Minggu, 07 Maret 2010

ASKEP KLIEN DENGAN GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Ketidakseimbangan Elektrolit Sodium (Na+)

Normal serum Na=135 – 145 mEq/L
Merupakan kation (elektrolit yang bermuatan
positif)
Natrium byk terdapat dalam cairan ekstraselular. Konsentrasi Na dalam CES diatur oleh ADH dan Aldosteron (merupakan hormon yang diproduksi oleh korteks adrenal yg berguna untuk mempertahankan Na.

Na didalam tubuh terdapat pada = saliva,
sekresi, intestinal, gaster, empedu dan cairan
pankreas.
Na bersama dengan potasium membantu mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit intraselular dan ekstraselular melalui mekanisme transport aktif pompa sodium- potasium.
Sodium jg terlbat dalam transmisi impuls saraf
dan kontraksi otot.
Sodium banyak terdapat pada = lemak babi, keju dan garam meja.
Sodium di ekskresi dalam urine, hanya sedikit
yang diekskresi melalui pernafasan & feces.
HYPONATREMIA
Defisit Na dalam plasma darah < 130 mg/L
Hyponatremia menyebabkan air bergerak
keluar dari rongga vaskuler ke rongga
interstisial dan kemudian masuk ke intrasel.
Tanda dari hyponatremia adalah :
Pitting edema dan tanda klinik lain adalah hipovolemia, gelisah, lemas, kram. Retensi air dalam sel otak akibat hiponatremia ditandai dengan penurunan kesadaran, kejang otot, kram abdominal.
Faktor Predisposisi
Diit kurang natrium, infus larutan < Na
Kehilangan Na dlm perdarahan, penghisapan gaster
Muntah, diare, peritonitis
Hiponatremia dilusi (kelebihan masukan air, infus IV, bebas elektrolit)
 Sekresi ADH yang berlebihan akibat penggunaan obat tertentu (obat hipoglikemia, aminophilin, morfin) merangsang kelenjar hipofisis.
PENGKAJIAN
AKTIFITAS/ISTIRAHAT
Tanda & gejala : kelemahan umum, kram otot
MAKANAN/CAIRAN
Tanda & gejala : mual, anoreksia, haus
SIRKULASI
Tanda & gejala : hipotensi, takikardia, penurunan nadi perifer (hiponatremia primer) hipertensi, edema umum (hiponatremia dilusi)
ELIMINASI
Tanda & gejala : kram abdomen, diare, penurunan pengeluaran urine (Hiponatremia), peningkatan pengeluaran urine (hiponatremia dilusi)
NEUROSENSORI
Tanda & gejala : lemah, gelisah, kacau mental/koma
PERNAFASAN
tanda & gejala : takipnea
Tindakan Keperawatan
Identifikasi penyebab hiponatremia(kehilangan Na/kelebihan air)
Pantau intake dan out put
Hitung balanced cairan
Berikan makanan dan minuman tinggi Na
Irigasi selang NGT dengan normal salin senagai pengganti air
Kolaborasi Px elektrolit asam
Batasi pemberian cairan tergantung status volume cairan
Berikan obat-obatan NaCl, KU sesuai indikasi
HIPERNATREMIA
Kelebihan Na dalam plasma darah > 150 mg/l
Hipernatremia menyebabkan meningkatnya tekanan osmotik ekstraselular. Cairan bergerak keluar dari sel masuk ke ekstraselular, sehingga sel kekurangan cairan dan sel menjadi dehidrasi.

Faktor predisposisi
Kehilangan air yang berlebihan
Poliurine(DM), penggunaan diuretik osmotik (monitol)
Demam, banyak keringat, muntah, diare
Kelebihan volume cairan ekstraseluler (penyakit ginjal, penyakit jantung kongestif)
Tenggelam dalam air garam
Intake air kurang
pengkajian
Aktifitas/istirahat
kelemahan, kekakuan otot, tremor, kelemahan umum
Sirkulasi
postural hipotensi, takikardia, (hiper Na, Kekurangan air, peningkatan TD (hiper Na, kelebihan air)
Eliminasi
pengeluaran urine menurun, (hiper Na, kekurangan air) poliuria (hiper Na, kelebihan air)
Makanan/cairan
haus, membran mukosa kering, kental, lidah kotor (kekurangan air), haus, kulit pucat, lembab, pitting udema, penambahan BB (kelebihan air)
Neurosensori
peka perangsang, letargi, koma, kejang, halusinasi.
Pernafasan
Dyspnea(kelebihan air)
Px diagnostik
BJ urine meningkat > 1.015 (Kekurangan air)
Tindakan Keperawatan / Intervensi
Identifikasi penyebab hipernatremia (kekurangan air atau kelebihan natrium/air)
Pantau pemasukan dan pengeluaran
Pantau BJ urine dan elektrolit (serum Na)
Monitor perubahan tingkah laku (restlessness, disorientasi)
Kolaborasi pemberian cairan sesuai program
Diit rendah natrium
POTASIUM (K+)
Merupakan kation yang paling banyak terdapat di CIS, hanya dalam plasma dan cairan interstisial
Normal serum potasium 3.5 – 5 mEq/L
Keseimbangan K+ diatur oleh 2 mekanisme : ion sodium dalam tubulus ginjal & sekresi aldosteron

 Potasium dlm tubuh berfungsi dlm sistem kardiovaskuler, neuromuskular, respirasi, asam-basa. Potasium amat penting dlm transmisi impuls ke jantung, otot-otot jaringan paru, jaringan intestinal.
Potasium diekskresi melalui ginjal
 Perpindahan potasium dari cairan interstisial yang konsentrasi rendah ke caiaran intra selilar yang mempunyai konsentrasi tinggi, dipengaruhi oleh insulin, testosteron, perubahan pH, glikogen dan hiponatremia.
Makanan yang banyak mengandung potasium : alpukat, kentang, tomat, nanas, aprikots, jeruk. Susu.
HIPOKALEMIA
Defisit Kalium dalam plasma < 3.5 mEq/L)
Penyebab :
Intake kalium yang tidak adekuat, puasa lama, kelaparan.
Pengeluaran Kalium yg berlebihan dlm waktu yg lama ; diare, muntah-muntah, keringat banyak.
Pengobatan diuretik, hiperaldosteron, gangguan tubular ginjal.
Pergerakan K kedalam sel (DM)

PENGKAJIAN
AKTIFITAS
kelemahan umum, letargi
SIRKULASI
hipotensi, nadi lemah, perubahan EKG, gel.T datar, adanya gel.U, disritmia ; takikardia, ventrikel fibrilasi
ELIMINASI
poliuria (DM), penurunan bising usus, penurunan motilitas usus, ileus paralitik, distensi abdomen
MAKANAN
anoreksia, mual, muntah
NEUROSENSORI
parastesia, penurunan statusmental, apatis, tetani, paralisis
KENYAMANAN
nyeri, kram otot
PERNAFASAN
hipoventilasi/penurunan kedalaman pernafasan/paralisis otot, diagfragma, apnea
PX DIAGNOSTIK
AGD = HCO3 meningkat. pH meningkat (alkalosis metabolik)
TINDAKAN KEPERAWATAN
Pantau frekuensi dan irama jantung
Pantau frekuensi dan kedalaman pernafasan
Latihan batuk dan nafas dalam
Kaji tingkat kesadaran, fungsi neuromuskular : kekuatan dan pergerakan
Auskultasi BU ; penurunan peristaltik
Pantau pemberian kalium IV
Pemberian makanan/cairan tinggi kalium
Observasi tanda alkalosis metabolik : hipoventilasi, takikardia
Kolaborasi untuk Px. Lab (kalium serum), AGD
Berikan kalium oral atau IV sesuai program
CATATAN :
Koreksi kalium = defisit K x BB
3
Pemberian K+ maksimal 20 mEq/L Ivdrp selama 60 menit
HIPERKALEMIA
K dalam plasma > 5.0 mEq/L
Penyebab :
Intake kalium yang berlebihan, transfusi invasif darah
Gangguan ekskresi ginjal (hipoaldosteron, penyakit ginjal)
Hipovolemia
Perpindahan kalium keluar dari sel
Asidosis metabolik
PENGKAJIAN
AKTIFITAS
Kelemahan otot
SIRKULASI
Nadi irreguler, bradikardia, blok jtg, asistole
ELIMINASI
Kram abdomen, diare, penurunan volume urine, bising usus
MAKANAN/CAIRAN
mual, muntah
NEUROSENSORI
parastesia (wajah, lidah, tangan, kaki)
Px. DIAGNOSTIK
EKG = gel. T. tinggi, P-R interval memanjang, QRS kompleks melebar, ST depresi, disritmia, bradikardia, henti jtg, VF.
TINDAKAN KEPERAWATAN
Identifikasi penyebab hiperkalemia
Pantau frekuensi dan kedalaman pernafasan
Pantau frekuensi dan irama jantung
Bantu ROM ; aktif dan pasif
Identifikasi / hentikan sumber diit kalium
Kolaborasi ; pantau hasil lab : K serum, AGD, BUN, glukosa
Kolaborasi pemberian diuretik & glukosa IV dengan insulin, NaHCO3, NaCL
Batasi pemberian cairan yang mengandung kalium

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar