Rabu, 03 Februari 2010

Diet Saat Remaja, Risiko Obesitas



Remaja putri saat ini banyak yang telah melakukan diet untuk mengurangi berat badannya. Tapi ternyata diet yang mereka lakukan sejak dini ini akan membawa risiko kegemukan pada saat mereka dewasa nanti. Semakin keras mereka melakukan diet, semakin besar risiko kegemukan yang akan dialami.
Penyebabnya kemungkinan adanya gangguan metabolisme tubuh karena diet yang dilakukan sejak dini. Dengan melakukan diet, apalagi diet berat yang mengurangi asupan kalori besar, akan membuat metabolisme tubuh lebih efisien. Energi yang keluar akan dikurangi. Akhirnya semakin sulit menurunkan berat badan. Itulah sisi negatif dengan melakukan diet ketat, untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Idealnya, penurunan berat badan jangan melebihi 2 kg setiap minggunya.
Dari penelitian terlihat, remaja putri yang melakukan diet sebelum mereka berusia 14 tahun, dua pertiga dari mereka mempunyai kemungkinan hingga dua kali lipat untuk melakukan diet lebih dari 20 kali dibanding dengan mereka yang melakukan diet di usia lebih dewasa. Dan delapan dari sepuluh remaja putri yang melakukan diet sebelum usia 14 tahun, tidak dapat mempertahankan penurunan berat badannya secara permanen.
Berat badan berlebih hingga kegemukan memang tidak baik untuk kesehatan dan berisiko untuk menderita banyak penyakit. Tapi dengan melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan secara cepat dalam waktu singkat, apalagi tidak ditunjang dengan gizi yang sesuai, akan berakibat buruk juga.
Sumber: Journal of the American Dietetic Association

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar