Rabu, 03 Februari 2010

Toilet Duduk Tidak Sebabkan Infeksi Vagina



Sebagian besar kantor dan gedung pertokoan kini memfasilitasi kamar mandinya dengan jenis toilet duduk. Ada satu kekhawatiran di kalangan wanita tentang kemungkinan terkenanya infeksi vagina karena menggunakan toilet duduk yang tersedia.
Kekhawatiran adanya infeksi kelamin pada wanita karena penggunaan toilet umum dapat dipahami karena data sejumlah rumah sakit menyebutkan bahwa lebih dari 30% wanita yang pergi ke dokter adalah karena mereka telah terinfeksi jamur atau bakteri pada vagina, seperti Chlamydia. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang tidak menyadari jika terinfeksi jamur tersebut dan akhirnya mengalami keputihan yang berlebihan.
Setelah dikonfirmasikan dengan para dokter, disimpulkan bahwa infeksi vagina akibat jamur atau bakteri ternyata tidak ditularkan melalui toilet duduk karena bakteri atau jamur tersebut tidak dapat hidup lama dalam udara bebas. Contohnya Chlamydia, jamur itu akan mati seketika jika dibiarkan dalam udara bebas.
Jadi, kalau memang ada jamur atau bakteri yang menempel pada alas duduk di toilet duduk, dapat dipastikan bahwa jamur atau bakteri terebut akan mati seketika dan tidak mungkin menular. Namun, tidak ada salahnya untuk membersihkan alas duduk pada toilet duduk terlebih dahulu sebelum Anda memakainya.
Sebenarnya yang perlu diwaspadai untuk terjadinya infeksi kelamin adalah anal seks dan vaginal seks karena kegiatan tersebut merupakan media penularan bakteri dan jamur yang paling efektif. Media lain yang juga potensial adalah oral seks dan hubungan antara ibu dengan bayi yang dilahirkan melalui persalinan normal.
Sayangnya, pentingnya menjaga kebersihan vagina secara alami saat ini terkalahkan oleh reklame yang mengiklankan berbagai produk pencuci vagina agar senantiasa bersih dari jamur dan bakteri. Alasan terkuat mengapa sebenarnya tidak perlu pencucian vagina untuk mencegah adanya bau adalah karena pada dasarnya vagina mempunyai kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri dengan kandungan asam laktat yang diproduksi dari dalam tubuh.
Pencucian vagina sebaiknya dihindari, bahkan tidak perlu dilakukan. Namun, keyakinan yang coba ditanamkan oleh berbagai produk pencuci vagina adalah kepercayaan diri wanita seakan kurang lengkap jika vaginanya tidak dicuci dengan obat khusus. Belum lagi risiko berbagai iritasi karena kelembaban vagina yang terganggu akibat kerasnya bahan kimiawi obat pencuci atau frekuensi pencucian yang terlalu sering.
Ada baiknya kaum wanita menjaga kesegaran dan keharuman vagina dengan cara yang alami dan tidak menimbulkan efek samping. Selain dengan mandi yang teratur dan rajin mengganti celana dalam, dapat juga dengan minum jamu kesehatan wanita.

www.infosehat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar