Rabu, 03 Februari 2010

Formalin

Penemuan kasus formalin sebagai bahan pengawet makanan , membuat cemas karena dampaknya terhadap gangguan pada fungsi system organ tubuh. Gejala dan dampaknya akan muncul dalam jangka waktu panjang.
Dampak formalin terhadap tubuh seseorang sangat ditentukan oleh daya imunitas atau system kekebalan tubuh. Formalin yang masuk kedalam tubuh yang masuk dalam jumlah sedikit akan larut dalam air, kemudian dibuang bersamaan dengan cairan tubuh. Oleh karenanya formalin sulit dideteksi keberadaannya didalam darah.
Mengenai pengujian yang akurat ada tidaknya formalin dalam makanan , harus dilakukan dilaboratorium Berikut ini kiat memilih bahan makanan:
Memilih daging ayam
1. Bila berformalin, lalat tidak mau hinggap
2. Bila formlinnya banyak, daging ayam terlihat tegang (kaku)
3. Lebih baik belilah ayam hidup dan minta langsung dipotong ditempat
Memili Tahu
1. Tahu berformalin akan membal bila ditekan
2. Tahu tidak berformalin akan hancur bila ditekan, dan bila disimpan paling lama tahan selama 2 hari.
Memilih cumi dan ikan asin
1. Bila berformalin, dagingnya lebih kenyal dan setelah digoreng lebih keras
2. Bila tidak berformalin dagingnya mudah dipotong dengan jari tangan (disuwir-suwir) dan setelah digoreng sekalipun menjadi kering tap tetap mudah disuwir-suwir.
Memilih bakso
1. Bila berformalin / boraks, warananya lebih putih dagingnya membal bila ditekan dan biasanya kucingpun tak mau memkannya.
2. Bila tidak berformalin / boraks warnanya gelap seperti daging sapi setelah direbus.

www.infosehat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar