Rabu, 03 Februari 2010

Seks Pada Remaja

Perilaku seksual merupakan semua bentuk tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dilakukan dengan lawan jenis maupun sesama jenis.
Bentuk-bentuk tingkah laku ini bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik, berkencan, bercumbu hingga bersenggama. Siapa yang menjadi obyek seksual? Bisa orang (baik sejenis maupun lawan jenis), orang dalam khayalan, atau diri sendiri.
Sebagian tingkah laku ini tidak memiliki dampak, terutama bila tidak menimbulkan dampak fisik bagi orang yang bersangkutan atau lingkungan sosial. Namun sebagian perilaku seksual (yang dilakukan sebelum waktunya) justru dapat memiliki dampak psikologis yang sangat serius. Contohnya saja dapat menimbulkan rasa bersalah, depresi, marah, dan gresi. Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar nikah.
1. Tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut.
2. Terganggunya kesehatan yang bersangkutan
3. Resiko kelainan janin dan tingkat kematian bayi yang tinggi.
4. Tingkat putus sekolah remaja hamil juga sangat tinggi. Hal ini disebabkan rasa malu remaja dan keluarganya, serta penolakan sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil dil uar nikah.
5. Masalah ekonomi juga berperan serta membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks.
Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :
Masturbasi atau onani
Merupakan kebiasaan manipulasi alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi.
BerpacaranDengan melakukan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks.
Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual
Menunjukan ketidakberhasilan seseorang dalam mengendalikannya dan mengalihkan dorongan tersebut dengan melakukan kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan.
Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja, oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar