Rabu, 03 Februari 2010

Perilaku Seksual Remaja



Perilaku seksual kaum remaja pada dasarnya sama seperti orang dewasa. Meredakan nafsu seksual yang mengganggu itu terkadang memang menjadi masalah bagi para remaja karena seringkali menyebabkan mereka tidak berkonsentrasi dalam pelajarannya. Salah satu bentuk pelampiasannya adalah melalui onani.
Onani adalah suatu cara mencapai kepuasan dengan cara merangsang diri sendiri, terutama organ kemaluannya, dan biasanya para remaja akan mengalami kepuasan setelah melakukannya. Perilaku onani bisa timbul karena ketegangan seks pada saat pubertas. Pada umumnya keadaan itu timbul pada pria yang belum menikah karena dorongan seksual yang begitu besar.
Ditinjau dari ilmu kesehatan atau medis, onani sebenarnya?perilaku yang normal dan bisa terjadi pada aktivitas seksual seseorang. Onani juga merupakan perbuatan yang bersifat alamiah dan manusiawi serta wajar jika seseorang melakukannya. Secara fisik, sebenarnya tidak ada akibat buruk yang bisa ditimbulkan karena melakukan onani.
Bagi remaja yang merasa terganggu dengan kebiasaan melakukan onani dan ingin menghilangkan kebiasaan tersebut harus mempunyai kemauan dan alasan yang kuat untuk menghentikannya. Sebaiknya hindari pula rangsangan seksual, baik yang bersifat fisik maupun psikis. Selain itu, lebih memperbanyak melakukan kegiatan yang positif baik secara fisik maupun mental.
Bagi remaja yang mungkin menganggap onani adalah suatu perbuatan dosa, seharusnya tidak melakukannya lagi karena mereka akan selalu dihantui oleh perasaan itu. Cobalah untuk minta nasehat pada pemuka agama atau orang tua yang lebih memahami tentang hal tersebut agar pandangan yang salah tentang onani dapat diluruskan.
Perlu diketahui, lebih dari 90% pria pernah melakukan onani. Bahkan frekuensi onani pada pria dewasa berkisar antara 2 hingga 3 kali seminggu. Jadi bolehkah seorang pria melakukan onani? Jawabannya sebenarnya tergantung pada tiap pribadi seseorang. Jika memang ingin lebih yakin, bisa saja menanyakannya pada ahli medis, orang tua, maupun pemuka agama agar jawabannya lebih sesuai dengan diri pribadi.

www.infosehat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar