Rabu, 03 Februari 2010

Menepis Mimisan



Dalam istilah medis, mimisan disebut epistaksis yang artinya perdarahan dari hidung. Seperti kita tahu, hidung memiliki banyak pembuluh darah halus, terutama di daerah cupingnya. Jadi, kalau ada faktor-faktor pencetusnya, maka pecahlah pembuluh darah di hidung dan keluarlah darah.
Mimisan kerap terjadi pada anak-anak karena selaput lendir dan pembuluh darah mereka masih sensitif. Kondisi ini bisa terjadi berulang, bahkan bisa lebih dari sekali dalam sehari.
Mimisan bisa terjadi karena anak terpapar udara yang sangat panas atau terlalu dingin, atau perubahan drastis dari udara yang sangat panas ke udara yang sangat dingin. Selain itu, kebiasan anak yang suka mengorek lubang hidung, juga bisa memicu terjadinya mimisan. Iritasi pada hidung yang kemasukan benda-benda kecil pun bisa menimbulkan infeksi dan perdarahan.
Mimisan juga dapat tejadi karena faktor keturunan. Kalau dirunut-runut, anak yang sering mimisan ternyata punya ayah atau ibu yang semasa kecilnya juga mengalami hal yang sama. Selain itu, anak dengan riwayat alergi, seperti sering pilek atau bersin-bersin, juga lebih sering mengalami mimisan.
Jika si kecil mengalami mimisan, Anda sebaiknya tidak panik. Untuk pertolongan pertamanya, coba ikuti langkah-langkah berikut :
1. Segera dudukkan si kecil dengan posisi kepala agak maju ke depan. Tujuannya agar si kecil tidak tersedak atau muntah darah akibat darah berbalik arah ke kerongkongan. Posisi duduk juga membuat aliran darah lebih lambat.
2. Tekan pangkal hidungnya dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Jika mungkin, gunakan kapas, kain atau tisu bersih untuk menekan hidungnya agar darah tidak mengotori wajah si kecil maupun tangan Anda. Lakukan selama 1-2 menit. Minta si kecil untuk bernafas lewat mulut.
3. Jika darah belum berhenti, cobalah cara lain, yakni dengan mengompres hidung dengan es yang dibungkus handuk atau kain bersih. Es berfungsi mengecilkan pembuluh darah.
4. Jika darah tidak berhenti juga, jangan tunda lagi, segeralah ke dokter atau rumah sakit terdekat. Dokter akan memberikan sejenis tampon (dari kain kassa) untuk menghentikan perdarahan. Jarang sekali digunakan obat minum.
Setelah perdarahan berhenti, cegah si kecil agar tidak mengorek-gorek lubang hidungnya. Dengan bertambahnya usia, umumnya gangguan mimisan akan berkurang karena pembuluh darah dan selaput lendir di hidungnya sudah semakin kuat.

www.infosehat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar